Pages

Ciri-ciri Bahasa Baku: Penggunaan Kaidah Tata Bahasa Normatif

Kaidah tata bahasa normatif selalu digunakan secara eksplisit dan konsisten. Misalnya, dengan jalan:

1. Pemakaian awalan me- dan awalan ber- secara eksplisit dan konsisten, misalnya:

Bahasa Baku:
Gubernur meninjau daerah kebakaran.
Pintu pelintasan kereta itu bekerja secara otomatis.
Anaknya bersekolah di Bandung.

Bahasa Tidak Baku:
Gubernur tinjau daerah kebakaran.
Pintu pelintasan kereta itu kerja secara otomatis.
Anaknya sekolah di Bandung.

Ciri-ciri Bahasa Baku

Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa baku ini lazim digunakan dalam:
  1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat-menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penanaman dan peristilahan resmi, dan sebagainya.
  2. Wacana teknis, seperti dalam laporan resmi, karangan ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.
  3. Pembicaraan di depan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, khotbah, dan sebagainya.
  4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati, dan sebagainya.
Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh ragam bahasa baku tertulis, sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa baku lisan.

Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-cirinya (silakan klik tautan).

Referensi:

Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.

Ragam Bahasa

Setiap bahasa sebenarnya mempunyai ketetapan atau kesamaan dalam hal tata bunyi, tata bentuk, tata kalimat, dan tata makna. Tetapi karena berbagai faktor yang terdapat di dalam masyarakat pemakai bahasa itu, seperti usia, pendidikan, agama, bidang kegiatan dan profesi, dan latar belakang budaya daerah, maka bahasa itu menjadi tidak seragam benar. Bahasa itu menjadi beragam. Mungkin tata bunyinya menjadi tidak persis sama, mungkin tata bentuk dan tata katanya, dan mungkin juga tata kalimatnya.

Keragaman bahasa ini terjadi juga dalam bahasa Indonesia. Akibat berbagai fator seperti yang disebutkan di atas, maka bahasa Indonesia pun mempunyai ragam bahasa. Ragam bahasa Indonesia yang ada antara lain:

Fungsi Bahasa

Fungsi bahasa yang terutama adalah sebagai alat untuk bekerja sama atau berkomunikasi di dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk berkomunikasi sebenarnya dapat juga digunakan cara lain, misalnya isyarat, lambang-lambang gambar atau kode-kode tertentu lainnya. Tetapi, dengan bahasa, komunikasi dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna.

Bahasa Indonesia sendiri, yang mempunyai kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara di tengah-tengah berbagai macam bahasa daerah, mempunyai fungsi sebagai berikut:

Hakikat Bahasa

Sebelum membicarakan apa dan bagaimana bahasa baku, ada baiknya kita lihat dulu apa hakikat bahasa, fungsi bahasa, dan ragam bahasa atau variasi bahasa.

Hakikat Bahasa

Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.

Sebagai sebuah sistem, maka bahasa terbentuk oleh suatu aturan, kaidah atau pola-pola tertentu, baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata kalimat. Bila aturan, kaidah, atau pola ini dilanggar, maka komunikasi dapat terganggu.