Pages

Showing posts with label Ciri-ciri Bahasa Baku. Show all posts
Showing posts with label Ciri-ciri Bahasa Baku. Show all posts

Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku: Penggunaan Kalimat Secara Efektif

Penggunaan kalimat secara efektif artinya kalimat-kalimat yang digunakan dapat dengan tepat menyampaikan pesan pembicara atau penulis kepada pendengar atau pembaca persis seperti yang dimaksud oleh si pembicara atau si penulis.
Keefektifan kalimat dapat dicapai antara lain dengan:

1. Susunan kalimat menurut aturan tata bahasa yang benar. Misalnya,

Bahasa Baku:
Pulau Buton banyak menghasilkan aspal.
Tindakan-tindakan kekerasan itu menyebabkan penduduk dan keluarganya merasa tidak aman.

Bahasa Tidak Baku:
Di Pulau Buton banyak menghasilkan aspal.
Tindakan-tindakan kekerasan itu menyebabkan penduduk merasa tidak aman bersama keluarganya.

2. Adanya kesatuan pikiran dan hubungan yang logis di dalam kalimat. Misalnya:

Bahasa Baku:
Dia datang ketika kami sedang makan.
Loket belum dibuka walaupun hari sudah siang.

Bahasa Tidak Baku:
Ketika kami sedang makan dan dia datang.
Loket belum dibuka walaupun hari tidak hujan.

3. Penggunaan kata secara tepat dan efisien. Misalnya: 

Bahasa Baku:
Korban kecelakaan lalu lintas bulan ini bertambah.
Panen yang gagal memaksa kita mengimpor beras.
Nama gadis yang berbaju merah itu Siti Aminah.
Bayarlah dengan uang pas!

Bahasa Tidak Baku:
Korban kecelakaan lalu lintas bulan ini naik.
Panen yang gagal memungkinkan kita mengimpor beras.
Nama gadis yang mengenakan baju yang mengenakan baju berwarna merah itu Siti Aminah.
Kepada para penumpang diharap supaya membayar dengan uang pas.

4. Penggunaan variasi kalimat atau pemberian tekanan pada unsur kalimat yang ingin ditonjolkan. Misalnya:

Kalimat Biasa:
Dia pergi dengan diam-diam.
Dengan pisau dikupasnya mangga itu.
Karena dia tidak datang kami segera berangkat.

Kalimat Bertekanan:
Pergilah dia engan diam-diam.
Dengan pisaulah dikupasnya mangga itu.
Karena dia tidak datang kami pun segera berangkat.

Referensi:
Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.

Ciri-ciri Bahasa Indonesia: Penggunaan Ejaan Resmi dalam Ragam Tulis

Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (disingkat EYD). EYD mengatur dari mulai penggunaan huruf, penulisan kata (dasar, berimbuhan, gabungan, ulang, dan serapan), penulisan partikel, penulisan angka, penulisan unsur serapan, sampau pada penggunaan tanda baca. Misalnya:


Bahasa Baku:
bersama-sama
melipatgandakan
pergi ke pasar
ekspres
sistem

Bahasa Tidak Baku:
bersama2
melipat-gandakan
pergi kepasar
ekpres, espres
sistim

Referensi:

Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.

Ciri-ciri Bahasa Baku: Penggunaan Kata-kata Baku

Maksud dari penggunaan kata-kata baku dalam bahasa baku adalah kata-kata yang digunakan merupakan kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang frekuensi penggunaannya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau yang masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan-pertimbangan khusus, misalnya:

Bahasa Baku:
cantik sekali
lurus saja
masih kacau
uang
tidak mudah
diikat dengan kawat
bagaimana kabarnya

Bahasa Tidak Baku:
cantik banget
lempeng saja
masih semrawut
duit
enggak gampang
diikat sama kawat
gimana kabarnya

Referensi:

Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.

Ciri-ciri Bahasa Baku: Penggunaan Kaidah Tata Bahasa Normatif

Kaidah tata bahasa normatif selalu digunakan secara eksplisit dan konsisten. Misalnya, dengan jalan:

1. Pemakaian awalan me- dan awalan ber- secara eksplisit dan konsisten, misalnya:

Bahasa Baku:
Gubernur meninjau daerah kebakaran.
Pintu pelintasan kereta itu bekerja secara otomatis.
Anaknya bersekolah di Bandung.

Bahasa Tidak Baku:
Gubernur tinjau daerah kebakaran.
Pintu pelintasan kereta itu kerja secara otomatis.
Anaknya sekolah di Bandung.

Ciri-ciri Bahasa Baku

Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa baku ini lazim digunakan dalam:
  1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat-menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penanaman dan peristilahan resmi, dan sebagainya.
  2. Wacana teknis, seperti dalam laporan resmi, karangan ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.
  3. Pembicaraan di depan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, khotbah, dan sebagainya.
  4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati, dan sebagainya.
Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh ragam bahasa baku tertulis, sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa baku lisan.

Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-cirinya (silakan klik tautan).

Referensi:

Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.