Pada hakikatnya, ejaan itu tidak lain dari konvensi grafis, perjanjian di antara naggota masyarakat pemakai suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya. Bunyi bahasa yang seharusnya diucapkan diganti dengan huruf-huruf dan lambang-lambang lainnya.
Biasanya ejaan itu bukan hanya soal perlambangan fonem dengan huruf saja, tetapi juga mengatur cara penulisan kata dan penulisan kalimat beserta dengan tanda-tanda bacanya.
Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku dewasa ini disebut Ejaan (bahasa Indonesia) Yang Disempurnakan (Disingkat EYD). Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf Latin, yakni huruf (alfabet) yang digunakan juga oleh sebagian besar bangsa di dunia untuk menuliskan bahasa mereka.
Walaupun alfabet yang digunakan sama tetapi karena ejaan itu hanyalah suatu konvensi grafis, maka sistem penggunaan huruf-huruf itu tidak sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Bahasa Indonesia pun mempunyai sistem ejaannya sendiri.
Referensi:Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.
Biasanya ejaan itu bukan hanya soal perlambangan fonem dengan huruf saja, tetapi juga mengatur cara penulisan kata dan penulisan kalimat beserta dengan tanda-tanda bacanya.
Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku dewasa ini disebut Ejaan (bahasa Indonesia) Yang Disempurnakan (Disingkat EYD). Huruf-huruf yang digunakan adalah huruf Latin, yakni huruf (alfabet) yang digunakan juga oleh sebagian besar bangsa di dunia untuk menuliskan bahasa mereka.
Walaupun alfabet yang digunakan sama tetapi karena ejaan itu hanyalah suatu konvensi grafis, maka sistem penggunaan huruf-huruf itu tidak sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain. Bahasa Indonesia pun mempunyai sistem ejaannya sendiri.
Referensi:Chaer, Abdul, 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. Jakarta, PT Rineka Cipta.
No comments:
Post a Comment
Apakah Anda sudah paham dengan uraian di atas? Silakan berkomentar.